Aplikasi daerah yang datanya bisa dibuktikan.
Lima aplikasi untuk lima urusan daerah — dana CSR, data pertanian, pasar hasil panen, ruang situasi, dan aksi iklim. Pimpinan, OPD, dan petugas lapangan membaca angka yang sama.
Bukan kurang aplikasi. Datanya tidak saling mengunci.
Usulan CSR, data petani, harga panen, laporan kebencanaan, dan aksi iklim masing-masing benar sendiri. Begitu digabung untuk rapat pimpinan, angkanya tidak bertemu — dan publik hanya melihat slide.
-
01 CSR
Dana sudah tersalur. Dampaknya masih di folder berita acara.
Usulan, RAB, mitra, dan laporan dampak tidak satu jejak. Audit meminta bukti per proyek, tim merakit file.
Dijawab oleh Arco CSR -
02 Pertanian
Peta komoditas cantik, tetapi titik lahannya tidak bisa dibela.
Petani, lahan, dan tanam–panen di spreadsheet terpisah. Petugas kecamatan melihat data yang bukan wilayahnya.
Dijawab oleh DataTani -
03 Pemasaran
Petani sudah panen. Pembelinya baru dicari setelah itu.
Hasil panen dijual lewat perantara dan chat. Harga, volume, dan status kiriman tidak tercatat, sehingga dinas tidak tahu ke mana hasil panen daerah bergerak.
Dijawab oleh MarketTani -
04 Ruang situasi
“Apa yang terjadi hari ini?” Jawabannya ada di lima situs berbeda.
Harga pangan, cuaca, gempa, udara, dan hotspot tidak satu layar. Briefing pimpinan menunggu tangkapan layar.
Dijawab oleh Pusat Pantau -
05 Iklim
Rencana rendah karbon sudah ada. Bukti aksinya harus dicari.
Aksi, GIS, keuangan, dan angka karbon tidak tertaut. Publik tidak punya halaman yang bisa dipercaya.
Dijawab oleh PRKBI Hub
Satu aplikasi untuk setiap urusan. Pakai satu, atau semuanya.
Setiap aplikasi berdiri sendiri dengan peran, wilayah, dan laporannya. Mulai dari yang paling mendesak, lalu tambah sesuai kesiapan OPD.
-
Sudah berjalanCSR & kemitraan · Kabupaten Seluma
Arco CSR
Usulan, RAB, kemitraan, penyaluran, pelaksanaan, dan dampak CSR dalam satu jejak proyek — lengkap dengan portal publik.
Pelajari CSR
-
Sudah berjalanData pertanian · Kabupaten Lebong
DataTani
Petani, kelompok tani, lahan berpoligon, musim tanam–panen, dan kebutuhan bantuan — terkunci ke wilayah tugas dan lolos verifikasi.
Pelajari DataTani
-
Dalam pengembanganPasar hasil panen · Provinsi Bengkulu
MarketTani (Pasar Panen)
Pasar hasil panen yang mempertemukan kelompok tani dengan pembeli: etalase panen, kebutuhan pembeli, penawaran, pesanan, sampai pembayaran.
Pelajari MarketTani
-
Sudah berjalanRuang situasi · Provinsi Bengkulu
Pusat Pantau
Harga pangan, cuaca, peringatan dini, gempa, kualitas udara, dan titik panas dari sumber resmi — tersinkron otomatis ke satu layar.
Pelajari Pusat Pantau
-
Sudah berjalanAksi iklim · Provinsi Bengkulu
PRKBI Hub
Rencana iklim turun ke aksi, aksi wajib bukti lapangan, bukti diverifikasi, lalu dampak dan karbon dilaporkan — plus dasbor publik.
Pelajari PRKBI
Lima titik dalam satu rantai urusan daerah.
Dari dana yang masuk, lahan yang ditanam, panen yang dijual, situasi yang dipantau, sampai aksi iklim yang dilaporkan. Setiap titik punya aplikasinya, dan setiap aplikasi menjaga aturan yang sama.
-
Titik 1
Dana & kemitraan
Proyek CSR didanai, disalurkan, dan diukur dampaknya.
Arco CSR -
Titik 2
Lahan & produksi
Petani, lahan, dan musim tanam tercatat dan diverifikasi.
DataTani -
Titik 3
Pasar hasil panen
Panen bertemu pembeli, harga dan volume tercatat.
MarketTani -
Titik 4
Situasi harian
Harga, cuaca, dan bencana terpantau di satu layar.
Pusat Pantau -
Titik 5
Aksi iklim
Rencana iklim turun ke aksi yang terbukti.
PRKBI Hub
- Peran & wilayahSetiap pengguna hanya melihat wilayah atau proyek tugasnya.
- VerifikasiData baru dan perubahan ditinjau sebelum masuk laporan.
- Jejak auditSiapa mengubah apa, kapan — tercatat.
- Publik terpisahHalaman publik hanya membaca data yang boleh dilihat luar.
Setiap meja mendapat jawabannya sendiri — dari data yang sama.
Pimpinan daerah
Masuk rapat dengan status program, sebaran lahan, dan situasi harian yang sudah jadi.
OPD pelaksana
Mencatat di aplikasi yang dipakai sehari-hari, bukan di form yang hanya hidup saat laporan.
Petugas lapangan
Hanya melihat wilayah atau proyek tugasnya, dan mengunggah bukti langsung dari lokasi.
Publik & auditor
Portal CSR, dasbor Pusat Pantau, dan dasbor PRKBI memisahkan apa yang boleh dilihat luar.
Tampilan aplikasinya, bukan ilustrasi.
Tangkapan layar diambil dari aplikasi yang sudah berjalan dengan data demo. Khusus MarketTani, yang ditampilkan adalah rancangan layar.
Mulai dari satu masalah yang paling mahal.
- 1
Pilih satu urusan
CSR, pertanian, pasar panen, ruang situasi, atau iklim — yang paling sering ditanya pimpinan.
- 2
Demo dengan data Anda
Kami siapkan wilayah, peran, dan contoh data sesuai OPD, lalu demo di depan tim.
- 3
Jalankan, lalu perluas
Setelah satu aplikasi dipakai harian, tambahkan aplikasi berikutnya sesuai kesiapan OPD.
Pertanyaan yang sering diajukan.
Belum terjawab?
Bisakah kami melihat aplikasinya sebelum memutuskan?
Bisa. Arco CSR, DataTani, Pusat Pantau, dan PRKBI Hub sudah berjalan dan bisa dibuka langsung dari halaman masing-masing. MarketTani masih dalam pengembangan; yang tersedia adalah rancangan layarnya.
Apakah harus memakai kelima aplikasi?
Tidak. Setiap aplikasi berdiri sendiri. Pilih sesuai prioritas OPD, lalu tambah aplikasi lain bila diperlukan.
Siapa yang bisa melihat data?
Akses diatur per peran. DataTani membatasi data per wilayah tugas, Arco CSR membatasi per lembaga dan perusahaan. Halaman publik hanya menampilkan data yang memang untuk publik.
Dari mana data Pusat Pantau berasal?
Dari sumber resmi: BMKG, USGS, NASA FIRMS, Open-Meteo, dan PIHPS Bank Indonesia, ditarik otomatis sesuai jadwal. Sumber yang memerlukan kunci akses atau dilindungi captcha tidak diaktifkan sampai izinnya tersedia.
Apakah data demo sama dengan data daerah?
Tidak. Tampilan di situs ini memakai data demo atau simulasi. Penerapan produksi memakai data instansi setelah onboarding.
Bagaimana menentukan biaya dan jadwal?
Biaya dan jadwal mengikuti aplikasi yang dipilih, jumlah pengguna dan wilayah, kesiapan data, serta penyesuaian yang diperlukan.
Tunjukkan ke pimpinan bahwa angka daerah Anda bisa dibuktikan.
Siapkan ringkasan demo untuk rapat, mulai dari kebutuhan yang paling penting.